Palestina, Konflik dan Solidaritas

Beberapa waktu yang lalu, delegasi Parlemen Indonesia mengunjungi Jalur Gaza yang kini di blokade oleh rezim Zionis Israel. Kunjungan tersebut untuk menunjukkan solidaritas kemanusiaan sekaligus untuk menegaskan dukungan  Indonesia terhadap kemerdekaan bangsa Palestina yang belum merdeka sejak Konfrensi Asia-Afrka 1955 di Bandung.  Selain itu, secara moral kunjungan tersebut hendak menunjukkan bahwa Palestina masih berada dalam hati setiap muslim di Indonesia sehingga akan selalu mendapat perhatian.

Kita semua menyadari bahwa Palestina merupakan sebuah bangsa tempat lahirnya para Nabi dan Rasul selain Nabi Muhammad saw.  Dari wilayah ini pula tiga agama besar dunia berasal, dan kemudian tumbuh berkembang keseluruh dunia. Sehingga Palestina memiliki peran yang sangat penting baik dalam konteks perkembangan teologi, sosial, budaya, politik dan juga konflik.

Sejarah Konflik

Sejarah telah mencatat bahwa konflik yang terjadi sampai saat disebabkan oleh klaim kepemilikan tanah di negeri tersebut. Umat Yahudi misalnya, terutama kelompok zionis internasional. Mereka menganggap bahwa Yerussalem adalah  Tanah yang dijanjikan oleh Tuhan Yahweh bagi umatnya, khususnya setelah Yahudi diusir oleh raja Fir’aun  dari Mesir. Meskipun secara hukum internasional klaim tersebut tidak dapat dibenarkan. Namun karena kekuasaan dan dukungan dari Negara adikuasa, baik Amerika Serikat dan Inggris Raya, maka Zionis Israel dengan mudah mencaplok tanah Paletina, dan kemudian mendirikan Negara Israel.

Sementara bagi umat Nasrani, wilayah Paletina, terutama kota Yerussalem diyakini sebagai tempat suci bagi mereka, karena di kota inilah tempat lahirnya Isa Al-Masih, yang merupakan juru selamat (Jesus  Kristus) dalam kenyakinan mereka. Kenyakinan inilah yang menyebabkan betapa pentingnya kota Yarussalem bagi umat Nasrani, sehingga telah terjadi perang salip antara umat nasrani dengan umat Islam dalam beberapa abad, karena masing-masing pihak ingin menguasai tanah suci tersebut. Akibatnya ratusan ribu umat manusia mati dan juga menghancurkan nilai-nilai kebudayaan di negeri tersebut.

Sedangkan bagi umat Islam, kota Yerussalem dinyakini sebagai tempat suci, karena tempat berdirinya Mesjid al-Aqsa, dan juga merupakan arah kiblat pertama umat Islam, serta tempat Nabi Saw,  melakukan Isra’ Mi’raj, yaitu suatu perjalanan suci Rasulullah untuk menerima perintah sholat dari Allah SWT.

Dalam konteks politik dan kekuasaan, konflik dimulai setalah perang dunia II, dimana pada tahun 1944, Partai Buruh di Inggris yang sedang berkuasa menyatakan bahwa umat Yahudi yang telah terusir di German, yang kemudian menyebar keseluruh dunia, harus mempunyai suatu tempat, dan Negara sendiri. Partai yang berkuasa di Inggris ini merekomendasi untuk membiarkan orang-orang Yahudi untuk pindah ke Palestina, karena dinyakini sebagai tanah leluhur. Upaya ini dilakukan seiring dengan penjajahan Inggris terhadap wilayah jazirah Arab pada saat itu. Kondisi ini kemudian direspon oleh PPB, yaitu pada tahun 1947, PBB mengeluarkan sebuah rekomendasi mengenai pemecahan Palestina menjadi dua Negara, yaitu Arab Palestine dan Israel.

Karena mendapatkan dukungan dari Negara Kuasa, terutama Inggris Raya, maka pada tahun 1948, Israel memproklamirkan berdirinya Negara zionis Israel di atas tanah Palestina. Untuk memperluas wilayah negaranya, Israel melakukan agresi bersenjata terhadap rakyat Palestina yang masih lemah, hingga jutaan dari mereka terpaksa mengungsi ke Libanon, Yordania, Syria, Mesir dan lain-lain.  Palestina Refugees menjadi tema dunia. Namun mereka menolak eksistensi Palestina dan menganggap mereka telah memajukan areal yang semula kosong dan terbelakang.  Dan disinilah perang di tanah Palestina dimulai. Meskipun pada dalam perang Arab-Israel, bangsa-bangsa Arab bersekutu, namun karena para pemimpin Arab berada di bawah pengaruh Inggris maka Israel mudah merebut daerah Arab Palestina yang telah ditetapkan PBB.

Hingga saat ini umat Islam Palestina terus berjuang untuk mendapatkan hak-nya kembali dan membangun suatu Negara yang merdeka. Namun usaha mereka harus berhadapan  dengan mesin-mesin perang yang super cangkih milik Israel. Israel juga memblokade semua akses ke tanah Palestina, khususnya Gaza, sebagai upaya untuk melumpuhkan perjuangan rakyat Palestina. Akibat blockade tersebut, telah menyebabkan Gaza ibarat sebuah penjara terbesar didunia, penjara tanpa tanpa ada akses keluar dan masuk, kekuarangan sumber energy dan tidak ada suplai makanan dari luar.

Solidaritas Dunia

Namun demikian, penderitaan rakyat Palestina tersebut telah melahirkan suatu solidaritas baru dunia, yaitu suatu misi kemanusian untuk rakyat Gaza-Palestina. Misi ini diikuti oleh aktifis kemanusiaan yang berasal dari berbagai negara, etnis dan agama. Semua bersatu untuk kemanusiaan, yaitu suatu upaya membebaskan rakyat Gaza dari sebuah tindakan kebiadaban, membebaskan mereka dari kelaparan dan kekuaran obat-obatan.

Ada hal yang menarik menurut penulis, berkenaan dengan misi kemanusiaan tersebut, yang kemudian dikenal dengan misi Flotilla, yaitu sebuah misi yang mengajarkan kepada kita bahwa konflik Palestina-Israel juga bisa dilihat dari kacamata kemanusiaan secara universal. Hal ini telah menjelaskan bahwa persoalan Palestina bukanlah persoalan umat Islam belaka, melainkan persoalan umat manusia secara keseluruhan. Solidaritas dunia terhadap Gaza juga semakin menjelaskan bahwa sesungguhnya umat manusia ini adalah bersaudara, panggilan hati atas persaudaraan itu tentu lebih penting untuk mendorong proses damai di Palestina.

Hal lain yang juga penting untuk dipahami bahwa solidaritas kemanusiaan untuk Palestina adalah wujud dari persaudaraan yang utuh atas nama satu rumpun keyakinan yang berasal dari satu Ibrahim alaihi salam. Agama yang lurus yang dibawa oleh Ibrahim sesungguhnya bisa menjadi satu titik pangkal dari solidaritas kemanusiaan yang akan dibangun. Dengan menjadikan Ibrahim sebagai titik pangkal dari kebersamaan, maka kita akan menyaksikan sebuah umat manusia yang satu secara nilai dan jamak secara simbol.

Kedekatan antara panganut agama semit ini atau Ibrahimic faith  adalah modal bagi dunia untuk mendamaikan Palestina ini, sebab sejarah panjang agama-agama selalu saja menyertakan konflik antara agama yang bersumber dari Ibrahim itu, dan tentu yang paling dikenang adalah Perang Salib yang berlangsung sangat lama sehingga sampai hari ini masih berbekas dalam pikiran kaum muslim dan umat Kristen. perang ini kemudian yang mengilhami sutradara kenamaan Holywood, Ridley Scott, membuat sebuah film yang berjudul Kingdom of Heaven. Film tersebut menceritakan dengan simpatik tentang perang Salib yang dimenangkan oleh kaum muslim. Salah satu lakon yang sangat baik menjelaskan bagaimana seorang Salahuddin Al-Ayubi, pemimpin tentara muslim saat itu, yang mengizinkan Yahudi dan Nasrani tetap boleh berada dalam kota suci, bahkan secara simbolik, hal itu dilakukan oleh Salahuddin dengan meletakkan kembali dengan rapi tanda salib yang sempat terjatuh karena kepanikan perang.

Solidaritas kemanusiaan dan persaudaraan Semetik ini juga barangkali menjawab rasa frustasi kita bahwa masalah Palestina juga bisa diselesaikan dengan cara diplomasi, melalui tekanan politik dan damai. Solidaritas terhadap Palestina juga membuat kita sadar, bahwa gejolak Palestina berlangsung pasca perang dunia II ter jadi baru 60 tahun, namun kita pernah mendapatkan sebuah sejarah bahwa toleransi umat beragama di kota suci tersebut telah berlangsung selama ratusan tahun secara damai dibawah kekuasaan Islam. Artinya kita memiliki banyak peluang untuk membangun kembali Palestina, tentu tanpa Zionisme Israel.

 

Komentar

  1. Fauzul Akbar

    # Sejarah telah mencatat bahwa konflik yang terjadi sampai saat disebabkan oleh klaim kepemilikan tanah di negeri tersebut. Umat Yahudi misalnya, terutama kelompok zionis internasional. Mereka menganggap bahwa Yerussalem adalah Tanah yang dijanjikan oleh Tuhan Yahweh bagi umatnya, khususnya setelah Yahudi diusir oleh raja Fir’aun dari Mesir.
    Meskipun secara hukum internasional klaim tersebut tidak dapat dibenarkan. Namun karena kekuasaan dan dukungan dari Negara adikuasa, baik Amerika Serikat dan Inggris Raya, maka Zionis Israel dengan mudah mencaplok tanah Paletina, dan kemudian mendirikan Negara Israel.
    #Dalam konteks politik dan kekuasaan, konflik dimulai setalah perang dunia II, dimana pada tahun 1944, Partai Buruh di Inggris yang sedang berkuasa menyatakan bahwa umat Yahudi yang telah terusir di German, yang kemudian menyebar keseluruh dunia, harus mempunyai suatu tempat, dan Negara sendiri. Partai yang berkuasa di Inggris ini merekomendasi untuk membiarkan orang-orang Yahudi untuk pindah ke Palestina, karena dinyakini sebagai tanah leluhur. Upaya ini dilakukan seiring dengan penjajahan Inggris terhadap wilayah jazirah Arab pada saat itu. Kondisi ini kemudian direspon oleh PPB, yaitu pada tahun 1947, PBB mengeluarkan sebuah rekomendasi mengenai pemecahan Palestina menjadi dua Negara, yaitu Arab Palestine dan Israel.
    #Solidaritas kemanusiaan dan persaudaraan Semetik ini juga barangkali menjawab rasa frustasi kita bahwa masalah Palestina juga bisa diselesaikan dengan cara diplomasi, melalui tekanan politik dan damai. Solidaritas terhadap Palestina juga membuat kita sadar, bahwa gejolak Palestina berlangsung pasca perang dunia II ter jadi baru 60 tahun, namun kita pernah mendapatkan sebuah sejarah bahwa toleransi umat beragama di kota suci tersebut telah berlangsung selama ratusan tahun secara damai dibawah kekuasaan Islam. Artinya kita memiliki banyak peluang untuk membangun kembali Palestina, tentu tanpa Zionisme Israel.

    # Pembahasan PAPER ini sangat menyenagkan bagi pembaca dan memberikan ispirasi bagi pembaca sehingga memberikan wawasan yang luas mengenai konfil yang telah terjadi di pelestina.

    # Pembahasan di atas masih ada yang kurang seperti bagaimana pelestina berjuang melawan zionis israel di tanah mereka sendiri saya berharap ada bagian ke 2 dalam cerita pelestina biar pembaca tau bagaimana kondisi saat ini di pelestina.

  2. Nurjanah

    Konflik yang terjadi antara negara Palestina dan negara Israel sangat mengkhawatirkan,dan banyak menimbulkan solidaritas masyarakat seluruh dunia dalam perang memperebutkan tanah Yerusalem, dalam situasi seperti ini masyarakat Palestina hanya dapat menyerang Israel dengan senjata kecil mereka, beda hal nya dengan Israel yg dengan segap nya menggunakan senjata2 canggih yg di kirim oleh Amerika serikat .
    Dalam kondisi seperti ini perang yang terjadi tidak lh seimbang
    Dan dunia yang turut ingin membantu rakyat Palestina pun sangat sulit di karena kan jalur Gaza yg kini di blokade oleh rezim zionis Israel
    Dan memang sepantasnya tanah kebanggaan dari umat muslim harus d pertahankan dan di perjuangkan bersama

  3. Jusandi

    Bismillahirrahmanirrahim Allahuma sholi’ala sayyidina Muhammad wa Alihi wa shabihi wassalim.
    Telah kita ketahui sejarah mencatat bahwasanya di negeri Palestina ada negeri para anbiya dan di situ lah Rasulullah shalallahu alaihi wa salam isra dan mi’raj. Dan sejarah Islam mencatat bahwasanya Rasulullah pada saat itu solat subuh menjadi imam di Masjidil Aqsha, beliau Shalallahu alaihi wassalam menoleh sebelah kanan dan melihat ada nabi Ibrahim, beliau menoleh ke kiri ada nabi Isa dan beliau melihat kebelakang ada nabi Sulaiman alaihi salam. Ini membuktikan bahwasanya Negeri Palestina adalah negeri Islam, dimana para utusan Allah yang mulia berada di sana..
    Sejarah telah mencatat bahwasanya Palestina di jarah oleh zionis Israel Yahudi LAKNATULLAH sudah lama sekali, Dulu di zaman Umar bin Khattab Palestina di kuasai oleh pasukan salib tetapi telah di bebaskan, setelah itu pasukan salib menjajah lagi dan lagi lagi di bebaskan oleh panglima Islam yaitu Salahuddin Al Ayyubi. Dan sekarang sejarah itu telah terulang kembali, negeri Palestina di jajah oleh Yahudi LAKNATULLAH.
    Apalagi setelah presiden Amerika Donald Trump LAKNATULLAH berbicara Palestina adalah ibu kota Israel, sungguh pernyataan yang di lontarkan oleh Donald Trump LAKNATULLAH membuat sakit Umat Islam yang ada di seluruh penjuru dunia. Yahudi LAKNATULLAH bisa menzarah tanah Palestina kare di sokong dari negara luar. Setelah Yahudi LAKNATULLAH menguasai sebagian tanah Palestina mereka bunuh anak kecil yang tidak berdosa, mereka hancur kan tempat tinggal saudara kita yang di Palestina.
    Sehingga mengundang empati dari seluruh penjuru dunia terutama Ummat Islam, umat Islam merasa tersakiti oleh kelakuan Yahudi LAKNATULLAH, sehingga banyak yang memberikan bantuan dan doa untuk warga Palestina.

    Kelebihan: tulisan yang menarik untuk dibaca.
    Kekurangan: cerita nya masih kurang lengkap, seharusnya penulis menjelaskan dulu dari awal sejarah nya, menjelaskan Siapa itu Yahudi dan lainnya. Dan ada lagi ni tulisan yang ada yang perlu diralat.

    #jusandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *