esai

Ketika Aceh Mengurai Kekusutan Nasional

Sejak tahun 2014, Pemilu pertama yang mempertemukan Jokowi vs Prabowo – ditambah kegaduhan di Jakarta menjelang Pilkada 2017 – politik identitas seperti menemukan lahan yang subur di Indonesia. Terlebih dalam soal polemik pilpres kali ini, tentang siapa yang paling islami di antara kedua calon. Prabowo menemukan ceruknya pada organisasi Islam modernis dan muslim yang memiliki …

Perbincangan tentang Islam Politik di Indonesia

Guncangan terbesar kelompok Islam politik di Indonesia diawali dari keputusan politik Sukarno yang memaksa agar Masyumi membubarkan diri sebagai sebuah partai politik, setelah sebelumnya, partai Islam terbesar dalam sejarah politik Indonesia melakukan oposisi yang terhadap rezim Sukarno yang semakin dekat dengan PKI. Akibat mendapat perlakuan demikian, maka bagi pemimpin Masyumi, keinginan untuk melakukan rehabilitasi partainya, …

Himne Aceh dan Zaman yang Dibicarakannya

Untuk kali pertama, Aceh memiliki lagu resmi. “Aceh Mulia” ditetapkan menjadi Himne Aceh. Artinya, lagu ini – dengan segala polemik yang timbul sebelumnya – akan kumandangkan dengan khidmat. Penuh penghayatan. Saya membayangkan, setiap acara resmi kenegaraan di Aceh, setelah menyanyikan lagu Indonesai Raya, para audien akan melantunkan himne ini dengan perasaan haru dan syahdu. Menjadi …

Darussalam sebagai Dalil Kebudayaan

Kita mulai dari fagmen ini: Ali Hasjmy yang baru saja keluar dari penjara, dan bekerja di Departemen Sosial, dipanggil untuk menjadi Gubernur Aceh. Provinsi yang di tahun 1956 baru saja dipulihkan kembali statusnya. Setelah sebelumnya dilebur ke provinsi Sumatera Utara. Keputusan Pemerintah Pusat yang telah menyulut amarah Singa Aceh – julukan untuk Daud Beureuh dari …

Apa dan Bagaimana Kaum Intelektual Itu

Saya memperhatikan lekat-lekat tulisan Ali Hasjmy tentang Angkatan Darussalam. Tulisan itu dihadirkan olehnya dengan gempita. Saat Ibrahim Hasan menggantikan Madjid Ibrahim sebagai Gubernur Aceh. Angkatan Darussalam kini menggantikan Angkatan 45, begitu titahnya. Saya mencoba masuk ke alam ketika Hasjmy melihat peristiwa itu. Begitu berkecamuk pikirannya, sekaligus begitu pula bahagia, sebab apa yang dirintisnya di masa …

Memaknai Kemerdekaan di Tengah Hiruk Pikuk Akhir-akhir Ini

Siapakah yang paling Indonesia di antara kita? Pertanyaan itu menyeruak sejak Suharto jatuh. Rezim yang tiada ampun dengan hiruk pikuk itu, selalu punya alasan untuk membungkam mereka yang berbeda. Suharto selalu beralasan, pembangunan akan lancar kalau suara-suara bising itu ditertibkan. Terutama pekikan ideologi politik. Kalau pun mesti ada satu pandangan politik, tentu pandangan politik yang …

Museum dan Perpustakaan Ali Hasjmy: Sebuah Amatan dari Dalam

Di usia senjanya, Ali Hasjmy mulai merasa risau mengenai koleksinya pribadinya yang meliputi apapun mengenai Aceh. Kerisauannya itu, dia tuliskan dengan sangat epik, maka izinkan saya mengutipnya, untuk kesekian kalinya, sebagai berikut: “Pada saat usia senja, buku-buku, dokumen-dokumen dan benda-benda budaya yang telah bersusah payah saya kumpulkan puluhan tahun, membuat saya gelisah, menganggu ketenangan tubuh …

Mengapa Maradona Lebih Besar dari Messi

5 September 1993, udara stadion El Monumental di Buinos Aires semakin dingin. Dari tribune, ada dua pemandangan kontras. Valderama, Asprilla, Cordoba dan seluruh tim Kolombia berpesta. Di sudut lainnya, Batistuta seperti tidak percaya. Diego Simoene pemilik nomor 10 Argentina sejak tahun 1991 pun tertunduk lesu. Bagaimana mungkin, pemilik dua gelar piala dunia dan pemuncak Copa …

Membaca Aceh dari Dalam

PAPER ini akan saya mulai dari dari dialog yang sangat populer di Aceh, tapi tidak di Jakarta, antara Sukarno dengan Daud Beureuh. Sekitar tahun 1947. Dialog ini sebenarnya panjang, berisi tentang ajakan Sukarno, agar Aceh membantu perjuangan revolusi Indonesia yang sedang digugat oleh sekutu pasca kekalahan Jerman dan Jepang dalam perang dunia kedua. Daud beureuh, …