esai

Menjaga Pancasila, Menjaga Indonesia

”Pantjasila adalah satu alat mempersatu, jang saja jakin sejakin-jakinnja Bangsa Indonesia dari Sabang sampai ke Merauke hanjalah dapat bersatu padu diatas dasar Pantjasila itu. (Bung Karno dalam,Pantjasila Dasar Filsasat Negara) Tidak ada yang membantah sama sekali, apa yang dikatakan oleh Bung Karno itu. Melihat kenyataan, baik secara historis dan sosiologis, Indonesia merupakan sebuah entitas lama …

Renungan untuk Sebuah Kota

811 tahun bukan waktu yang singkat untuk sebuah kota, seperti Banda Aceh. Jarak tempuh hidupnya yang lama itu kemudian menjadikan kota ini tempat hilir mudik manusia, dengan segala aktifitasnya. Mulai berdagang, menyebarkan agama, sampai peperangan. Banda Aceh menjadi demikian, kota yang disinggahi oleh para pelancong, pedagang dan penyebar agama, karena letaknya berada di bibir Selat …

Nasionalisme dari Pinggir

Ketika Bung Karno berpidato dengan garangnya tentang Pancasila, 1 Juni 1945 di gedung BPUPKI, apa yang dipikirkan oleh manusia lain, di luar gedung tersebut? Atau, ketika Bung Karno berpidato dengan menggelagar, bak petir yang menyambar-nyambar tentang paham kebangsaannya itu di berbagai tempat, apa yang dikerjakan dan hidup di dalam pikiran manusia lain di belahan bumi …

Pesan dari Atjeh Hotel

Hemat saya, ada dua tempat lain yang dapat dijadikan oleh pasangan Zaini Abdullah dan Nasruddin (AZAN) untuk konfrensi pers mengenai keikutsertaan-nya dalam Pilkada 2017. Pertama, adalah Gunung Halimon. Tempat itu tentulah bersejarah baginya, karena bersama Hasan Tiro, dia ikut mendeklarasikan perlawanannya dengan negara Indonesia.

Frasa “Umat Islam” dalam Sejarah Politik Indonesia Modern

Seorang mubalegh tiba-tiba mengirimkan pesan melalui fasilitas layanan pesan WhatsApp, untuk mengajak teman-temannya berdiri melawan rezim Jokowi. Menurutnya, rezim itu telah membatalkan lebih dari 3000 Perda Syariah, dan itu jelas menyakiti hati umat Islam. Mubalegh tersebut-pun tanggung-tanggung. Dia menyeru kepada ummat Islam untuk melawan rezim, yang di dalam pikirannya, telah berbuah zalim.

Kematian Darussalam

Ada tiga “kematian” kecil Darussalam selama hampir dua dekade ini; pertama, dilengserkannya Prof. Dr. Syamsuddin Mahmud sebagai Gubernur Aceh pada tahun 2000. Pelengseran yang sampai sekarang belum diketahui apa motifnya, kecuali oleh dua hal; euforia gerakan mahasiswa yang didukung oleh anggota legislatif kala itu dan aksi politik yang dilakukan oleh Mantan Kepala Bappeda Aceh itu …

Farhan Hamid, PUSA dan Pilkada 2017

Saya selalu mengikuti, atau mungkin sudah menjadi penikmat, pikiran-pikiran dari Fachry Ali, putra Susoh, Aceh Selatan, yang telah menjadi komentator terdepan tentang politik dan sejarah Indonesia di Jakarta. Dia tidak hanya fasih berbicara tentang sejarah politik Aceh, yang kemudian dapat kita baca dalam sebuah tesis nya dari Monash University (1994), The Revolts of the Nation-State …