manusia

Ali Hasjmy dan Konsepsinya tentang Darussalam

Pendirian Kopelma Darussalam sebenarnya adalah cita-cita kelompok intelegensia Aceh yang tertunda, akibat terus berada dalam keadaan perang yang tak berkesudahan. Selain itu pula, pendirian Darussalam merupakan sebuah kerja besar untuk membangun Aceh yang hancur akibat perang semenjak zaman perang kolonial, sehingga dalam sambutannya dalam Mars Kota Darussalam dan Hari Pendidikan Daerah Istimewa Aceh-2 September, 1961, …

Ali Hasjmy: Dari Montasiek ke Padang Panjang

Ibu saya meninggal waktu saya berumur sekitar 4 tahun. Nenek Puteh kemudian pengganti Ibu. Ibu dari Ibu saya ini adalah seorang Muslimat yang “Alim Melayu”, yaitu mempunyai ilmu yang luas dengan perantaraan kitab-kitab yang berbahasa Melayu dan Jawou. Beliaulah yang menjadi guru saya pertama. Saya masih ingat betul,waktu saya mula-mula diajar “Quran Cut”, yaitu Juz …

Mengenang Ali Hasjmy

18 Januari 2013, tepat 15 tahun yang lalu kita menyaksikan kepergian salah seorang putra terbaik bangsa, Prof Ali Hasjmy. Pria yang meninggal pada 18 Januari 1998 itu adalah pemikir besar yang pernah ada di Aceh, dengan horison dan perhatian terhadap berbagai bidang yang sangat luas.

Imam Syuja’: In Memoriam

Selepas shalat Magrib di mesjid Taqwa di Banda Aceh, dengan duduk melingkar bersama para jamaah tetap mesjid itu, Pak Imam Syuja’ memperkenalkan saya kepada para jamaah mesjid tetap yang juga merupakan pengurus teras Muhammadiyah Aceh. “Dahulu, Ayah saya berteman dengan kakek dia. Lalu kemudian saya berteman dengan kakek dan juga ayahnya dan sekarang saya juga …

Fajran Zain dan Masa Depan Politik Kita

“Anda kenal penulis ini secara pribadi?” adalah pertanyaan yang saya ajukan kepada pemilik usaha foto copy di depan IAIN Langsa, ketika melihat lekat-lekat tulisan Fajran Zain, Politik ‘Ie Leuhob’ (Serambi Indonesia, 5 Oktober 2015), yang ditempel di dinding tokonya tersebut. “Tidak bang”, lalu dia menyambung jawabannya, sambil menghampiri saya yang sedang melihat kembali tulisan tersebut, …

Membaca Ulang Amir Husein Al-Mujahid

Hampir tidak ada buku-buku dengan latar belakang revolusi sosial di Aceh (1945-1946) dan Peristiwa Aceh (1953-1962) tanpa menyertakan tokoh yang satu ini; Amir Husein Al Mujahid. Beberapa buku-buku rujukan mengenai dua peristiwa itu menempatkan Al Mujahid sebagai pahlawan dalam fragmen revolusi sosial (baca: ekspedisi TPR) akan tetapi juga sebagai pembelot dalam Peristiwa Aceh.