Tembok Helsinki

26 Desember adalah cerita tentang gelombang besar. Menyapu apa yang ada di depannya. Gelombang itu membumbung tinggi. Hitam. Lalu, ada yang tidak sama setelah gelombang itu hadir di pagi itu. Kehidupan kita berubah. Cara bicara kita berubah. Penglihatan kita berubah. Bahkan, ingatan kita pun ikut berubah.

Setelah Peristiwa Politik; Menimbang Poros Darussalam

Tjita-tjita yang terkandung didalam dada pemimpin-pemmpin dan rakjat Atjeh dengan pembangunan “Darussalam”, ialah karena dorongan dan kesadaran hendak mendjadikan hari-depan Atjeh, selaku bagian Republik Indonesia, kembali megah dan berbahagia seperti zaman-zaman kebesaran dahulu, dengan tudjuan, bahwa disamping akan mendjadi sebuah mata-air ilmu pengetahuan, “Darussalam” djuga merupakan suatu lembaga, dimana manusia-manusia baru jang berdjiwa besar, berbudi …

Daud Beureuh Legacy

Narasi Aceh kini di menangkan oleh Daud Beureuh, atau lebih tepatnya generasi Daud Beureuh, yang tumbuh dengan menyusun batu-bata kesadaran mengenai identitas diri yang dikoyak oleh Perang Kolonial yang berkepanjangan. Generasi itu membangun sebuah kesadaran melalui agama. Sebuah kesadaran yang membentuk garis panjang yang membentang, ikut mewarnai rentang sejarah.

Yusril Ihza Mahendra dalam Perbincangan Islam dan Kebangsaan di Indonesia

Saya mulai mengikuti aktivisme Yusril Ihza Mahendra, ketika pertama kali melihat dia, berbicara di awal-awal masa reformasi di televisi. Bicaranya lugas, padat dan selalu saja menunjukkan sikapnya yang independen. Tampak, bahwa sikapnya itu dipengaruhi oleh pengetahuan yang didapatinya sejak kuliah di Universitas Indonesia, Jakarta. Perguruan Tinggi yang kemudian menjadi tempat dia menjadi pengajar di sana.