PUSA Legacy

Setelah perang, rakyat Aceh pada 1920-an dan 1930-an mengalami tiga tahap perkembangan. Pertama adalah pendirian beberapa dayah oleh ulama-ulama terkemuka, yaitu Teungku Cik di Krueng Kale, Teungku Cik di Lamnyong, Teungku di Tanoh Abei, Teungku Cik di Lam Mirah, Teungku Cik di Reube, dan lain-lain. Kedua adalah perkembangan gerakan madrasah. Dua tahap perkembangan ini berlangsung …

Ketika Pelajar Bergerak

Dengan ini kami pelajar Atjeh menyatakan menolak pelaksanaan Darurat Militer di daerah Bumi tercinta Atjeh Lon sayang dalam bentuk implementasi apapun. Dan kami tetap setia memperjuangkan Referendum selama hidup kami (Banda Aceh, 25 November 1999, Forum Pelajar Aceh) Namanya Zulkarnaen, tapi saya memanggilnya hanya dengan Anen. Dia teman masa kecil saya dalam permainan sepak bola …

Belajar dari T. A Talsya

Setelah peristiwa penyerahan kedaulatan untuk Indonesia, T.A. Talsya kemudian pindah tugas ke Jakarta sebagai pegawai Departemen Penerangan RI. Namun tidak lama, dia kembali membangun Aceh dari tanah kelahirannya sendiri. Talsya menuturkan, Ali Hasjmy-lah yang mengajaknya kembali. Ceritanya begini, setelah provinsi Aceh dipulihkan oleh Pemerintah Pusat di tahun 1956, maka terpilihlah Ali Hasjmy sebagai Gubernur Aceh. …

Sekolah dan Elite Modern di Aceh; Sebuah Penelusuran

Karena anaknya lulus seleksi untuk mengikuti pendidikan lanjutan di IKIP Bandung, Ust. Raden Sulaiman, harus beranjak dari rumahnya di Montasiek menuju kampus FKIP Unsyiah Darussalam Banda Aceh, untuk menghadiri pertemuan antara pihak fakultas dengan orang tua mahasiswa. Dan karena datang dari kampong, salah satu dosen di FKIP Unsyiah bertanya kepada rakan sejawatnya, tentu dengan nada …

Bung Karno dan Aceh

Dalam keadaan terisak-isak Presiden Sukarno berkata ‘Kakak! Kalau begitu tidak ada gunanya aku menjadi Presiden. Apa gunanya menjadi Presiden kalau tidak dipercaya (M. Nur Ibrahimy, 1982: 65) Mengapa Bung Karno menjadi terdakwa dalam sejarah panjang hubungan Aceh-Indonesia, yang diawali ketika provinsi ini dibubarkan. Padahal saat itu bukan Bung Karno tidak memiliki kekuasaan sebagai eksekutif apapun. …

Muzakkir Walad dan Kepemimpinan Kharismatik Dewasa ini

Bila kita melewati jalan Banda Aceh-Medan, maka kita akan menemukan jembatan kecil yang menghubungkan antara jalan Banda Aceh-Medan  dengan desa Lubok, Aceh Besar. Sebenarnya itu tidak lazim dikarenakan ada jembatan yang lebih besar sebelumnya yang menghubungkan Lambaro dengan Blang Bintang untuk menuju Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda. Namun demikian, tentang jembatan kecil itu, ada sebuah …

MENGENANG AKTIVIS MUDA: MARTONIS

30 Januari 2010, di Harian ini kita dikejutkan oleh tulisan Martonis, mahasiswa Pasca Sarjana Administasi Pendidikan Unsyiah. Toni, begitu teman-teman memanggilnya, menulis dengan tajam tentang akreditasi C yang didapat oleh Unsyiah, yang baginya tidak bisa diterima dengan akal sehat serta memalukan. Toni menulisnya dengan kalimat yang tajam ”Nilai C yang diberikan untuk “jantung hati” rakyat …

Mencari Guru Bangsa

Abdurrahman Wahid, atau yang juga dikenal sebagai Gus Dur, memang telah pergi. Namun dia dikenal sebagai seorang yang memiliki komitmen untuk membela demokrasi, pluralisme dan kaum minoritas. Kita tentu ingat, bagaimana pembelaannya yang gigih terhadap demokrasi, Ahmadiyah dan etnis Tiongha. Bagi Aceh, Gus Dur juga telah memberi kesan yang baik. Dia adalah presiden Indonesia pertama …