Arsip Tag: aceh

Tiket Pesawat, Paspor dan Identitas

Di Aceh, semua masalah jadi rumit gara-gara politik. Seperti kekisruhan sekarang ini, tentang kenaikan harga tiket pesawat terbang yang masih gila-gilaan itu. Teman saya, menghitung dan menyimpulkan, bahwa harga tiket Banda Aceh-Jakarta lebih mahal melalui penerbangan domestik. Lalu diakali. Ke Jakarta,namun transit  di Kuala lumpur, melalui maskapai penerbangan luar negeri, seperti Air Asia. Ternyata lebih …

Ketika Aceh Mengurai Kekusutan Nasional

Sejak tahun 2014, Pemilu pertama yang mempertemukan Jokowi vs Prabowo – ditambah kegaduhan di Jakarta menjelang Pilkada 2017 – politik identitas seperti menemukan lahan yang subur di Indonesia. Terlebih dalam soal polemik pilpres kali ini, tentang siapa yang paling islami di antara kedua calon. Prabowo menemukan ceruknya pada organisasi Islam modernis dan muslim yang memiliki …

Membaca Aceh dari Dalam

PAPER ini akan saya mulai dari dari dialog yang sangat populer di Aceh, tapi tidak di Jakarta, antara Sukarno dengan Daud Beureuh. Sekitar tahun 1947. Dialog ini sebenarnya panjang, berisi tentang ajakan Sukarno, agar Aceh membantu perjuangan revolusi Indonesia yang sedang digugat oleh sekutu pasca kekalahan Jerman dan Jepang dalam perang dunia kedua. Daud beureuh, …

Bang Fuad yang Saya Kenal

DI ACEH, sedikit orang yang namanya selalu saja hadir dan dibicarakan selama dua dekade. Sebab untuk sampai pada maqam itu, yang bersangkutan harus memiliki keunikan diri, sekaligus konsistensi atas sesuatu yang diyakini. Sebab zaman, tidak memiliki tempat bagi orang yang mencla-mencle. Namun, zaman selalu memiliki tempat kepada mereka yang selalu percaya terhadap keyakinannya. Sekaligus memperjuangkannya.

Daud Beureuh Legacy

Narasi Aceh kini di menangkan oleh Daud Beureuh, atau lebih tepatnya generasi Daud Beureuh, yang tumbuh dengan menyusun batu-bata kesadaran mengenai identitas diri yang dikoyak oleh Perang Kolonial yang berkepanjangan. Generasi itu membangun sebuah kesadaran melalui agama. Sebuah kesadaran yang membentuk garis panjang yang membentang, ikut mewarnai rentang sejarah.

Bung Karno dan Aceh

Dalam keadaan terisak-isak Presiden Sukarno berkata ‘Kakak! Kalau begitu tidak ada gunanya aku menjadi Presiden. Apa gunanya menjadi Presiden kalau tidak dipercaya (M. Nur Ibrahimy, 1982: 65) Mengapa Bung Karno menjadi terdakwa dalam sejarah panjang hubungan Aceh-Indonesia, yang diawali ketika provinsi ini dibubarkan. Padahal saat itu bukan Bung Karno tidak memiliki kekuasaan sebagai eksekutif apapun. …

Muzakkir Walad dan Kepemimpinan Kharismatik Dewasa ini

Bila kita melewati jalan Banda Aceh-Medan, maka kita akan menemukan jembatan kecil yang menghubungkan antara jalan Banda Aceh-Medan  dengan desa Lubok, Aceh Besar. Sebenarnya itu tidak lazim dikarenakan ada jembatan yang lebih besar sebelumnya yang menghubungkan Lambaro dengan Blang Bintang untuk menuju Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda. Namun demikian, tentang jembatan kecil itu, ada sebuah …

Ali Hasjmy dan Mohd. Said; Refleksi 23 Tahun Yayasan Pendidikan Ali Hasjmy

Setelah berusia lanjut, setelah hari-hari  “dunia saya” mendekati senja, ketenangan hidup terusik oleh kekayaan yang saya miliki berupa kitab/buku yang hampir 30.000 jilid, naskah-naskah tua/manuskrip yang cukup banyak yang mengandung  bermacam disiplin ilmu: Filsafat, Farmasi, Kedokteran, Sejarah, Tafsir dan sejumlah  Mushaf/Al Qurannul Karim tulisan tangan yang berusia ratusan tahun, disamping benda-benda budaya dan senjata-senjata warisan …

Islam dan Kebangsaan; Belajar dari Generasi Awal

‘…Pan-islamisme sebagai dogma, jang terbikin seriboe tahoen dahoeloe, toch tidak dapat dilakoekan dalam Abad ke XX, dimana setiap bangsa dan setiap agama meminta hak hidoepnja sendiri-sendiri? Pan-islam, tidak sebagai politik, melainkan menoeroet agama, tentoe tidak dapat atau perloe dilawan, sebab memang senjawa dengan agama Islam; ,,segala kaoem Moeslimin bersaudara”. Akan tetapi ini atoeran moraal (kebadjikan), boekan …